Rabu, 29 Oktober 2014

TUGAS KULIAH FILSAFAT ILMU Bagian 2 (KULIAH FILSAFAT ILMU PROF. DR. MARSIGIT, M.A.) Pertemuan Keenam Kamis, 23 Oktober 2014 Pukul 09.30 – 11.10 di ruang 201A Gedung Lama PPs UNY

TUGAS KULIAH FILSAFAT ILMU (Bagian 2)

Berikut adalah beberapa pertanyaan yang saya tulis dan telah coba dijawab oleh Sdra. Welli Meinarni, S.Pd. Adapun pertanyaan beserta jawabannya adalah sebagai berikut:

1. Mengapa pengertian frilsafat dalam diri kita bisa berubah seiring berjalannya waktu?

Jawaban:
Pengertian filsafat yang ada pada diri kita memang selalu berubah-ubah karena filsafat itu adalah pikiran kita sendiri. MenurutImanuel Kant jika engkau ingin mengetahui dunia, maka tengoklah pikiranmu sendiri, karena dunia itu sama persis dengan apa yang sedang engkau pikirkan. Kita sebagai manusia yang memiliki berbagai macam sifat dalam dirinya dan juga kadang memiliki pemikiran yang berubah-ubah. Pada dasarnya tiadalah di dunia ini meliputi yang ada dan mungkin ada adalah sama, aku tidak sama dengan aku karena ada aku yang pertama dan ada aku yang kedua, belum selesai aku menyebutkan diriku yang sekarang aku telah berubah menjadi diriku yang lain. Begitu juga dengan pikiran yang memikirkan tentang pengertian filsafat itu sendiri, akan ada bermacam-macam pengertian yang muncul pada diri kita seiring waktu yang berjalan, seiring kita selalu membaca, membaca dan membaca elegi-elegi yang difasilitasi oleh Pak Prof agar mahasiswanya bisa mempelajari apa sebenarnya filsafat itu dan bagaimana mengembangkan filsafat diri kita sendiri.  Semakin banyak kita membaca dan semakin banyak pengetahuan kita tentang filsafat maka kita akan semakin melengkapi tentang pengertian filsafat yang kita punyai. Karena memang semakin banyak kita belajar maka kita akan merasa ilmu yang kita miliki selama ini masih sedikit dengan banyak membaca dan belajar memahaminya maka kita semakin banyak pengetahuan untuk melengkapi ilmu yang kita miliki.

2. Menurut Anda apakah ada hubungan antara spiritualisme dengan filsafat? jelaskan!
    
Jawaban:
Filsafat adalah ilmu yang mempelajari dengan sungguh-sungguh tentang. hakikat kebenaran sesuatu, setiap manusia sebaiknya mengembangkan filsafat yang ada pada dirinya sesuai dengan koridorNya karena memang filsafat memiliki pengaruh besar terhadap spiritual seseorang. Selain itu juga filsafat merupakan ilmu yang tertua dan menjadi induk ilmu pengetahuan yang lain. Sebagaimana diungkapkan oleh John S. Brubacher sebagai berikut:
Philosophy was, as its eymologv from the Greek words Pilos and Sopia, suggest love of wisdom or learning. More over, it was lo’e of learning in general, it subsumed under one, heading what to day we call scince ‘as well as what we now call philospohy It is for the reason that philosophy is often referred to us the mother as well as. the qreen of the, scince.
Artinya:
Filsafat berasal dan perkataan Yunani yaitu ‘Philos dari Sopia yang berarti rinto kebijaksanaan atau belajar. Lebih dan itu dapat diartikan cinta belajar pada umumnnya termasuk dalam suatu ilmu yang kita sebut sekarang dengan. filsafat. Untuk alasan inilah maka sering dikatakan bahwa filsafat adalah induk atau ratu ilmu pengetahuan.

Spiritualisme di dalam filsafat adalah sebentuk karakteristik dari sistem pemikiran manapun yang meyakini eksistensi dari realitas immaterial yang tak bisa dicerap oleh indria. Didefinisikan seperti itu, spiritualisme jadi melingkupi cakupan di dalam berbagai pandangan filosofis yang luas. Makanya, dualisme dan monisme, theisme dan atheisme,pantheisme, idealisme, dan banyak posisi filosofis lainnya juga dikatakan bersesuaian dengan spiritualisme, sejauh mereka juga beranggapan bahwa realitas ini bebas dan bersifat superior ketimbang materi. filsafat ialah daya upaya manusia dengan akal budinya untuk memahami mendalami dan menyelami secara radikal dan integral sistematik mengenai ketuhanan, alam semesta dan manusia sehingga dapat menghasilkan pengertian tentang bagaimana hakikatnya yang dapat dicapai akal manusia dan bagaimana sikap seharusnya setelah mencapai pengetahuan itu.

3. Apa yang menyebabkan filsafat antara orang yang satu dengan yang lainnya berbeda-beda?
    
Jawaban:
Filsafat itu adalah pikiran kita sendiri, setiap manusia yang satu dengan manusia yang lainnya memiliki pemikiran yang berbeda-beda dalam segala hal, begitu juga dengan filsafat. Setiap orang memiliki filsafatnya sendiri-sendiri sesuai dengan kemampuan berpikir dan metode bagaimana pola pikir dari manusia tersebut, karena memang filsafat itu dikembangkan dengan suatu proses yang berbeda dari manusia yang satu dengan yang lainnya. Tiadalah di dunia ini yang ada maupun yang mungkin ada memiliki kesamaan.

4. Bagaimana ruang, waktu dan gerak  mempengaruhi manusia?
    
Jawaban:
Ruang, waktu dan gerak adalah salah satu bagian terpenting dan mempunyai pengaruh yang besar untuk kehidupan manusia. Berikut akan saya sedikit jelaskan mengenai ruang, waktu dan gerak menurut Newton :
a.    Ruang bersifat objektif dan merupakan sejenis wadah yang di dalamnya terjadi kejadian-kejadian serta di dalamnya berada berbagai objek. Bahkan ruang tetap ada walaupun di dalamnya tidak terdapat objek ataupun tidak terjadi kejadian apapun.
b.    Ruang bersifat sejenis, sebuah ruang yang dipandang dari berbagai sudut pandang itu sesungguhnya satu dan sama. Dunia tempat kita hidup sama bagi setiap orang dan mempunyai susunan ruang tersendiri.
c.    Ruang bersifat tak berhingga karena memang tidak ada seorangpun yang bisa menunjukkan batas terakhir suatu ruang tertentu.Sesungguhnya memang tidak ada awal, tengah atau akhir ruang. Ruang sebagai hasil cerapan ( dalam hal ini yang dapat dilihat) memang semacam bola bagi orang yang melihatnya seakan-akan berada di pertengahan dari bola tersebut.
d.    Ruang bersifat kesinambungan itu hanya ada di dalam pikiran kita seolah-olah suatu ruangan itu bisa dibagi-bagi sampai tak terhingga jumlahnya.
e.    Waktu bersifat objektif, sejenis, sinambung dan tidak berhingga, namun bermatra satu dan berarah satu.Ruang mempunyai tiga matra yaitu atas-bawah, depan –belakang, kiri-kanan. Sedangkan waktu hanya bermatra depan-belakang. Di dlam ruang kita dapat pergi ke setiap arah, kita hanya dapat pergi ke depan.
f.     Gerakan diukur dengan jalan membagi jumlah perubahan tempat dengan jumlah waktu yang dibutuhkan
Dari beberapa penjelasan diatas bisa kita ketahui bahwa ruang dan waktu sesungguhnya merupakan tempat-tempat bagi dirinya sendiri, maupun bagi hal-hal yang lain. Semua benda terdapat dalam waktu ditinjau dari segi tata urutannya, dan terdapat dalam ruang yang ditinjau dari segi tata letaknya. Berdasarkan atas hakekatnya sendirilah ruang dan waktu merupakan tempat-tempat utama yang di dalamnya barang-barang dapat bergerak atau digerakkan.

5. Apa yang membedakan filsafat alam dan filsafat postmodern?

Jawaban:
Filsafat alam (dari bahasa Latin philosophia naturalis) adalah istilah yang melekat pada pengkajian alam dan semesta fisika yang pernah dominan sebelum berkembangnya ilmu pengetahuan modern.
Postmodern merupakan penolakan yang radikal terhadap pernikiran modern. Sebagaimana diketahui bahwa paham falsafah modern ini dibentuk oleh Immanuel Kant, Rene Descartes, dan David Hume. Meskipun harus diakui bahwa pemikiran pada era modern tersebut telah juga melakukan lompatan-lompatan, terutama dengan berkembangnya secara pesat ilmu pengetahuan dan teknologi, yang menggantikan konsep pramode prailmiah yang sangat menekankan pada kepercayaan, mitos, takhayul, cerita-cerita primitif, dan hal-hal yang tidak logis lainnya. 
Perkembangan dunia modern yang sarat dengan ilmu dan teknologi dan dengan cara berpikir yang sekuler dan kapital – liberalisme, ternyata telah membawa petaka berupa kehancuran planet bumi sekaligus merupakan ancaman terhadap kehidupan dan peradaban manusia. Karena itu, di mana-mana dewasa ini semangat menyelesaikan segala persoalan manusia dengan mengikutsertakan pertimbangan spiritual sudah mulai bergema lagi. Faktor agama yang suclah lama tidur lelap karena dipandang hanya sebagai candu yang meninabobokan masyarakat, diundang untuk turun tangan kembali. Jika pada masa-masa lalu ternyata agama dapat bersikap aktif dan komunikatif, dengan adaptasi-adaptasi tertentu, diharapkan tentunya agama tersebut dapat memainkan perannya kembali.


AMELIA
14709251035
P Mat B
FILSAFAT ILMU
PASCASARJANA UNIVERSITAS NEGERI YOGYAKARTA

Tidak ada komentar:

Posting Komentar